Membangun Spirit Optimisme

Masyarakat Ekonomi ASEAN makin dekat. Sedekat tangan meraih bahu kiri atau bahu kanan kita sendiri. Tak ada waktu lagi buat memangku tangan atau sekadar duduk jigang sambil memeloti siaran ngegosip di stasiun televisi.

Yang ada sekarang adalah melihat ulang, mengecek ulang, meneliti ulang sederetan menu sajian yang disiapkan di arena pertarungan MEA. Jangan-jangan, menu yang sudah disiapkan, ternyata belum pepak. Belum komplit.

Atau, jangan-jangan, cara penyajian yang digunakan masih sekadarnya alias compang-camping. Atau, jangan-jangan juga, sajian belum menggunakan resep andalan yang sudah dilatihkan sekian masa sehingga menanggung citarasa yang tidak mengundang decak.

Jika hanya beberapa hal teknis seperti itu yang memerlukan sentuhan finishing, tentu masih ada sisa waktu meski sangat mepet. Dengan gerak cepat, dengan sedikit polesan disana-sini, yakinlah, semua akan teratasi dengan baik. Dan kita siap bertarung di arena MEA tanpa perasaan ragu maupun perasaan mengerut karena kecil nyali.

Menteri Koperasi dan UKM RI yang baru, AA Gusti Ngurah Puspayoga, sejak Pemerintahan Presiden Joko Widodo efektif berjalan, sedikitnya sudah enam kali berada di Provinsi Jawa Timur. Dalam berbagai kegiatan tentunya. Ini bukan jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan kunjungannya di provinsi lain.

Di setiap kunjungannya, Menteri Puspayoga yang asal Bali itu, selalu penuh semangat ketika berada di Jawa Timur. Selalu menggebu jika sudah bertemu dengan bermacam stakeholders koperasi dan UMKM. Terakhir, berada di Surabaya dalam arena Kongres Mahasiswa Ekonomi Indonesia, di Nongkojajar Pasuruan berada di koperasi susu raksasa beranama Koperasi Setia Kawan, dan di Mojokerto di KUD Kemlagi yang tengah giat melakukan revitalisasi.

Disana, saat bertemu mereka, wacana yang dilempar pun selalu optimisme memenangkan MEA. Memenangkan pasar dalam negeri yang besarnya mencapai 42 persen dari total pasar ASEAN. Begitu besar pasar itu karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, lebih dari 250 juta penduduk.

Disana, tidak ada kalimat lain yang sugestif selain spirit optimisme itu. Sebuah spirit yang diyakini harus terus didengungkan agar pasar bebas ASEAN ini tidak menggilas Indonesia menjadi penonton di negeri sendiri. Maka, cinta produk Indonesia serta menggunakannya menjadi bagian sehari-hari adalah ikhtiar optimisme yang harus selalu dirawat. widi antoro

Back

Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co

10 Jul 2015

Netizen's Opinions