Wujudkan Kampung Inggris Modern Dan Jaga Kearifan Lokal

Potensi sebuah desa bila digali dan dioptimalkan dengan baik dan kreatif akan menjadi manfaat bagi warganya. Kendatipun berada di desa, tidak selalu potensi yang ada adalah dari pertanian. Sebagai contoh adalah Kampung Inggris di Kecamatan Pare.
Setiap harinya ribuan peserta kursus bahasa inggris yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, remaja dan warga umum penuh semangat belajar bahasa asing di desa ini. Ribuan peserta kursus ini tidak hanya datang dari sekitar Kediri, namun justru sebagian besar datang dari penjuru tanah air.
Kampung Inggris, sekarang sudah bukan lagi menjadi milik Kabupaten Kediri semata. Namun juga milik seluruh warga yang menginginkan belajar bahasa asing di Indonesia hingga manca negara. Laju pertumbuhan ekonomi berkembang begitu pesat. Sehingga tidak dapat dipungkiri saat ini Kampung Inggris menjadi tumpuan baru perekonomian Wilayah Pare dan sekitarnya.

Kampung Inggris Pare ini tepatnya berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Sekira berjarak 20 km dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri. Atau bila dari Simpang Lima Gumul dapat mengambil arah timur laut menuju Kecamatan Pare.

Kepala Desa Tulungrejo, Akhmad Wahyudiono, mengatakan adanya Kampung Inggris adalah berkah bagi Desa Tulungrejo. Kenang dirinya, ketika awal menjadi Kepala Desa tahun 2007, harga tanah masih dikisaran 2 juta / rhu (14 meter persegi). Kini di lokasi yang sama harga sudah mencapai 40 juta / rhu. Geliat perekonomian pun banyak tumbuh dan berkembang dengan semakin banyaknya pelajar yang menimba ilmu di Kampong Inggris.

Sedikitnya 10 ribu pelajar berada di sini. Bila musim liburan mencapai dua kali lipat jumlahnya. Perputaran uang di Kampung Inggris mencapai 10 sampai 15 miliar rupiah per bulan.” Terang Wahyudiono ketika ditemui kominfo saat persiapan acara bersih desa di kantornya, Selasa (8/9).

Wahyudiono menambahkan, dirinya berharap bisa mempertahankan dan meningkatkan kondisi ini. Selain itu dirinya mengantisipasi adanya pihak-pihak yang mencari keuntungan sepihak dari nama Kampung Inggris. Selama ini muncul beberapa kasus penipuan terhadap calon pelajar yang bisa merugikan nama baik Kampung Inggris.

Pernah terjadi pelajar dari kalimantan yang diminta biaya kursus hingga 15 juta. Padahal disini tidak lebih dari 1.5 juta lengkap dengan penginapannya.” Terang bapak 41 tahun ini.

Untuk itu Pemerintahan Desa, Pemkab Kediri dan Forum Kampung Bahasa sedang mengembangkan adanya Kantor Sekretariat Kampung Inggris yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Desa. Sekretariat ini memberikan informasi mengenai lembaga kursus lengkap dengan nama lembaga, alamat, biaya dan kelas bahasa yang dibuka. Nanti juga info mengenai warung makan, rumah sakit, apotek, polisi, dan kos yang ada di sekitar Kampung Inggris.” Jelas Wahyudiono.

Melihat perkembangan luar biasa Kampung Inggris di Desa Tulungrejo yang luar biasa pesatnya. Pemerintah Kabupaten Kediri terus membangun dan melengkapi dengan beragam infrastruktur. Diantaranya yakni jalan, saluran air, dan pengolahan sampah.

Visi saya menciptakan Kampung Inggris yang modern namun tetap menjaga kearifan lokal. Seperti semangat pendiri Kampong nggris ini yakni Kalend Osen. Yakni, Kampung Inggris menjadi wahana belajar yang tetap menjaga kecakapan akhlaq. Jelasnya.

Tahun 2015 ini, kami telah dan sedang membangun gedung serbaguna berukuran 14 x 27 meter, Jalan aspal hotmix 800 meter, dan Saluran air irigasi 2236 meter. Rinciannya saluran air di jalan glagah 1502 meter, Jalan dahlia 487 meter, Irigasi tersier di dusun tegalsari 247 meter. Juga pengembangan teknologi pengolahan sampah terpadu. ” Tambahnya.

Sampah desa tulungrejo nantinya akan dipilah dan diolah menjadi bahan bakar gas, listrik, pupuk organik, bensin. Adanya pengolahan sampah ini tentunya akan membuka lapangan kerja bagi warga desa tulungrejo. Tandas Wahyudiono.

Desa Tulungrejo sendiri terdiri lima dusun. Yakni Mulyosari, Mangunrejo, Tegalsari, Krajan dan Puhrejo. Desa ini dihuni 18.462 jiwa. Luas wilayahnya mencapai 260 hektar. Potensi yang dimiliki diantaranya Kampung Inggris, Pasar Grosir Buah dan Sayur, Pertanian dan Perikanan.

Pasar Grosir Buah dan Sayur Tulungrejo Pare, bahkan menjadi acuan harga bagi harga sayur di indonesia. Khusus perikanan lebih tepatnya pembenihan bibit lele merupakan penyumbang 70 persen bibit lele di Provinsi Jawa Timur. Ujar Wahyudiono dengan bangga

Back

Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co

15 Sep 2015

Netizen's Opinions