Pembinaan Petani Pemakai Air (HIPPA)

Dalam bidang pertanian, air menjadi faktor produksi di samping kesuburan tanah, pekerja/petani serta teknologi pertanian. Ketika ketersediaan sumber daya air cukup melimpah, maka petani dapat mengelolanya sebagai kebutuhan utama pertanian, perikanan maupun keperluan penyediaan listrik berbasis mikrohidro di kawasan pedesaan. Namun ketika ketersediaan sumber daya air mulai berkurang perlu dilakukan usaha-usaha konservasi dan pengaturan penggunaan secara baik oleh semua fihak. Pentingnya pengelolaan sumber daya air mulai dari hulu hingga hilir mutlak diperlukan guna menjaga kelestarian sumber daya air sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Untuk mendukung kelestariaan sumber daya air khususnya bagi pertanian, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Kelompok Kerja (Pokja GHIPPA) yang di koordinir oleh Bappeda secara rutin melakukan pembinaan kepada petani. Sedangkan pembinaan dan penyuluhan kepada HIPPA dikoordinasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kediri. Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) adalah merupakan organisasi petani pemakai air yang bersifat sosial ekonomi dan budaya yang berwawasan lingkungan dan berasaskan gotong royong. Di beberapa daerah kelembagaan pengelolaan irigasi tersebut menggunakan nama atau istilah yang berbeda, seperti di Bali dengan Subak, di Jawa Barat dengan Mitra Cai dan sebagainya. Sedangkan petani pemakai air adalah semua petani yang mendapat manfaat secara langsung dari pengelolaan air dan jaringan irigasi, termasuk irigasi pompa yang meliputi pemilik sawah, penggarap sawah, penyakap sawah, pemilik kolam ikan yang mendapat air irigasi, dan badan usaha di bidang pertanian yang memanfaatkan air irigasi.

Materi pembinaan yang disampaikan Pokja GHIPPA kepada anggota GHIPPA meliputi: 1) Kelembagaan/organisasi GHIPPA, 2) Administrasi Pembiayaan Keuangan, 3) Teknis Irigasi, dan 4) Teknis Pertanian. Ruang lingkup kelembagaan menekankan pada pembentukan organisasi yang hingga berstatus badan hukum. Administrasi pembiayaan keuangan bertujuaan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan GHIPPA dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain. Sedangkan Aspek teknis irigasi dan pertanian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis pengelolaan irigasi dan teknis usaha tani anggota GHIPPA.

Tahun anggran 2015 Bappeda Kabupaten Kediri bersama Pokja GHIPPA yang terdiri dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMPD), Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP3), Dinas Pengairan Pertambangan dan Energi, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Bagian Hukum serta Bagian Perekonomian bersama-sama melakukan pembinaan GHIPPA di wilayah Kabupaten Kediri. Salah satu GHIPPA yang mendapatkan pembinaan adalah GHIPPA Tirto Bhakti yang beralamat di Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri dengan Akte Notaris Nomor 33/10 Februari 2014 yang Ketuai oleh Bapak Badri. GHIPPA ini mempunyai wilayah kerja yang meliputi satu wilayah yang dipimpin oleh satu juru pengairan saluran primer/Kejuran dengan luas 751 Ha terdiri dari: Desa Siman (134 Ha), Desa Brumbung (121 Ha), Desa Kepung (259 Ha), Desa Keling (120 Ha) dan Desa Damarwulan (117 Ha).

Menurut Bapak Phasedian R. salah satu anggota Pokja GHIPPA sekaligus pemateri yang berasal dari Dinas Pengairan Pertambangan dan Energi, “Pengelolaan irigasi GHIPPA memiliki manfaat : 1) Meningkatkan rasa kebersamaan, rasa memiliki dan rasa tanggung jawab dalam pengelolaan irigasi diantara anggota HIPPA dan GHIPPA, 2) Terpenuhinya pelayanan irigasi yang memenuhi harapan petani melalui upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan irigasi yang berkelanjutan.”

Secara luas Pokja GHIPPA Kabupaten Kediri melakukan pembinaan GHIPPA sebagai wujud pengimplementasian Perda Provinsi Jawa Timur No 3 Tahun 2009 dimana pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi diselenggarakan dengan asas partisipatif, terpadu, berwawasan lingkungan hidup, transparan, akuntabel, dan berkeadilan dengan memperhatikan kepentingan pemakaian irigasi dan pengguna di bagian hulu, tengah, dan hilir secara selaras, serta mendorong masyarakat petani/ HIPPA maupun GHIPPA untuk berpatisipasi dalam pekerjaan tertentu sesuai dengan semangat kemitraan dan kemandirian.
Melalui kegiatan pembinaan GHIPPA diharapkan setiap petani dapat mandiri mengelola kebutuhan pengairan lahan sawahnya dan secara organisasi mampu bersaing, maju dan berkembang sehingga dapat turut serta dalam perlombaan di tingkat Kabupaten, Bakorwil Provinsi, Provinsi Jawa Timur maupun di tingkat Pusat.

Back

Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co

18 Dec 2015

Netizen's Opinions