Selingkar Wilis mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi

Sejak ditanda-tanganinya Nota Kesepakatan Kerjasama (MOU) Selingkar Wilis “Tunggal Rogo Mandiri” pada 11 Juni 2014 di Pendopo Kabupaten Trenggalek oleh enam kepala daerah dan Gubernur Jawa Timur, masing-masing daerah menindaklanjutinya dengan menyusun perjanjian kerjasama. Keenam wilayah yang tergabung dalam kerjasama tersebut antara lain: Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kabupaten Kediri.

Salah satu tujuan kerjasama ini adalah untuk menyinergikan program-program pembangunan daerah bidang infrastruktur seperti infrastruktur jalan yang terintergarasi di perbatasan daerah di wilayah Selingkar Gunung Wilis sebagai sarana optimalisasi pengembangan potensi daerah baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Dengan terbukanya akses jalan diharapkan dapat mendorong perkembangan bidang-bidang lain seperti kemudahan dalam mobilitas orang dan barang baik dalam satu wilayah kabupaten maupun ke kabupaten lain. Disamping itu, akan mendorong pertumbuhan potensi daerah seperti jasa pariwisata, pertanian dan perkebunan.

Hasil identifikasi awal oleh anggota tim kerjasama Selingkar Wilis diperoleh data panjang trase jalan yang akan diplot/dikerjasamakan adalah sebagai berikut: 1) Tulungagung ±29,394 Km; 2) Trenggalek ±18,950 Km; 3) Ponorogo ±40,400; 4) Madiun ±31,300 Km; 5) Nganjuk ±34,855 Km; 6) Kediri ±57,952 Km. Dari masing-masing trase jalan kabupaten tersebut beberapa kabupaten seperti Kediri dalam satu wilayah kabupaten ada yang masih belum terhubung dengan wilayah lainnya. Kondisi ini ditemukan di Kecamatan Mojo dimana antara Desa Petungroto belum terhubung langsung dengan Desa Blimbing dan dari Desa Blimbing juga belum terhubung dengan Desa Jugo. Faktor utama yang menyebabkan belum terhubungnya ketiga desa tersebut adalah kondisi geografis desa yang berada di wilayah perbukitan yang dipisahkan oleh cekungan jurang dan sungai. Selain itu antar desa juga masih dipisahkan oleh kawasan hutan milik Perhutani sehingga belum dimungkinkan untuk dibuka jalan antar desa. Wilayah yang belum terhubung juga ditemukan antara Desa Joho Kecamatan Semen dengan Desa Krampyang Kecamatan Banyakan.

Untuk menggali informasi, kendala dan fakta di lapangan, tim teknis Provinsi Jawa Timur didampingi oleh tim dari Kabupaten Kediri (Bappeda, Dinas PU dan Bagian Pemerintahan) pada tanggal 8 Juni 2015 melakukan survei di sepanjang trase jalan wilayah Kabupaten Kediri yang dimulai dari titik perbatasan Tulungagung – Kediri (Desa Petungroto Kecamatan Mojo) sampai dengan titik perbatasan antara Kediri – Nganjuk (Desa Parang Kecamatan Banyakan). Hasil identifikasi awal ini nantinya dapat dijadikan sebagai pertimbangan teknis oleh Tim dari Provinsi Jawa Timur dalam menetapkan rencana tindak lanjut baik berupa studi kelayakan maupun perencanaan dan penganggaran pembangunan trase jalan.

Back

Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co

18 Dec 2015

Netizen's Opinions