Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk) pada suatu wilayah. IPM mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui tiga dimensi dasar. Dimensi tersebut mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan dan kehidupan yang layak. Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Sedangkan untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak. Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Kediri selama tahun 2018-2020 sebagaimana grafik berikut :

Free HTML5 Bootstrap Template

Pada tahun 2018 IPM Kabupaten Kediri mencapai 71,07 dan meningkat menjadi 71,85 pada tahun 2019. Kemudian di tahun 2020 kembali meningkat menjadi 72,05. Apabila dilihat grafik di atas Indeks Pembangunan Manusia mengalami tren positif dan selalu meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut disebabkan oleh komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri untuk terus mengembangkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri. Selanjutnya karena IPM merupakan skor agregat dari tiga dimensi, perkembangan realisasi capaian ketiga dimensi tersebut diuraikan sebagai berikut :

(1) DIMENSI UMUR PANJANG DAN HIDUP SEHAT

Umur harapan hidup saat lahir yag merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Dimensi ini ditunjukkan dengan indikator Umur Harapan Hidup, yang didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. Perkembangan angka harapan hidup Kabupaten Kediri selama kurun waktu 2018-2020 dapat dilihat pada grafik berikut :

Free HTML5 Bootstrap Template

Angka Harapan Hidup Kabupaten Kediri pada periode tahun 2018-2020 mengalami tren kenaikan yang mencerminkan hasil nyata dari pembangunan khususnya di bidang kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat, terutama ketersediaan sarana dan prasarana, serta kemudahan akses masyarakat/penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan dasar pada instalasi kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Kediri.

(2) DIMENSI PENGETAHUAN

Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator yaitu harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah. Angka Harapan Lama Sekolah didefinisikan lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Diasumsikan bahwa peluang anak tersebut akan tetap bersekolah pada umur-umur berikutnya sama dengan peluang penduduk yang bersekolah per jumlah penduduk untuk umur yang sama saat ini. Angka Harapan Lama Sekolah dihitung untuk penduduk berusia 7 tahun ke atas. Selanjutnya rata-rata lama sekolah didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Diasumsikan bahwa dalam kondisi normal rata-rata lama sekolah suatu wilayah tidak akan turun. Cakupan penduduk yang dihitung dalam penghitungan rata-rata lama sekolah adalah penduduk berusia 25 tahun ke atas. Adapun perkembangan kedua indikator dimensi pengetahuan di Kabupaten Kediri selama tahun 2018-2020, terlihat sebagaimana grafik berikut :

Free HTML5 Bootstrap Template

Dari grafik di atas terlihat bahwa selama tiga tahun terakhir kedua indikator dimensi pengetahuan, yaitu angka rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program-program pendidikan di Kabupaten Kediri.

(3) DIMENSI STANDAR HIDUP LAYAK

Dimensi ini diukur dengan pengeluaran (daya beli) yang ditentukan dari nilai pengeluaran dan paritas daya beli (Purchasing Power Parity-PPP). Rata-rata pengeluaran (daya beli) setahun diperoleh dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), dihitung dari level provinsi hingga level kabupaten/kota. Pada tahun 2020 pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Kediri yang disesuaikan mencapai 11 juta rupiah per tahun, naik sebesar 14,20 persen dibandingkan tahun 2019. Namun jika dibandingkan dengan 2020 pengeluaran per kapita yang disesuaikan turun -1,31 persen. Adapun perkembangan pengeluaran (daya beli) Kabupaten Kediri tahun 2018-2020 sebagaimana grafik berikut :

Free HTML5 Bootstrap Template

Dari grafik di atas tampak penurunan pengeluaran per kapita Kabupaten Kediri pada tahun 2020 menjadi Rp11.000.000,00 dibandingkan dengan tahun 2019. Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya pengeluaran per kapita adalah dampak pandemi Covid-19 selama tahun 2020 mengakibatkan perekonomian daerah mengalami perlambatan. Hal ini berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang menurun. Selain itu, berdampak juga pada permintaan dan pola konsumsi masyarakat dalam pemilihan konsumsi barang berdasarkan kebutuhan utamanya.

Quick Links

Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co Free HTML5 Bootstrap Template by FreeHTML5.co